Jakarta | Jurnalpersnusantara.com — Presiden Republik Indonesia memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 pada 1 Oktober dengan didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Kabinet Merah Putih. Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi momentum penghormatan terhadap para pahlawan revolusi, tetapi juga ruang untuk meneguhkan kembali arti penting Pancasila dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam suasana khidmat, Presiden mengajak seluruh peserta upacara mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan revolusi yang gugur dalam mempertahankan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hening cipta menjadi bagian dari refleksi atas perjalanan panjang bangsa Indonesia. Penghormatan terhadap para pahlawan sekaligus mengingatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh melalui sejarah, perjuangan, dan pengorbanan yang perlu terus dipahami oleh generasi penerus.
Masih dalam rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Presiden meresmikan Museum Kesaktian Pancasila. Kehadiran museum tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang dapat digunakan untuk mengenang sekaligus mempelajari perjalanan sejarah bangsa.
Museum tidak hanya diposisikan sebagai tempat penyimpanan jejak masa lalu, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan refleksi. Melalui sejarah yang terdokumentasi, masyarakat dapat memahami konteks perjuangan bangsa sekaligus melihat kembali nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan Indonesia sebagai negara kesatuan.
Peresmian tersebut menegaskan pentingnya merawat ingatan kolektif bangsa. Bagi generasi yang tidak mengalami langsung berbagai pergulatan sejarah, ruang-ruang sejarah memiliki arti penting agar perjalanan bangsa tidak terputus dari kesadaran generasi masa kini dan mendatang.
Dalam momentum tersebut, Presiden menekankan harapan agar nilai-nilai Pancasila senantiasa menjiwai setiap langkah kehidupan bangsa Indonesia.
Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang menjunjung persatuan, menghargai keberagaman, serta menempatkan kepentingan bangsa sebagai bagian penting dari perjalanan bersama.
Di tengah dinamika kehidupan nasional dan perubahan zaman, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi bagian dari upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan Indonesia. Semangat tersebut relevan untuk terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada akhirnya bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, 1 Oktober menjadi momentum untuk menengok kembali sejarah, menghormati pengorbanan para pendahulu, serta merefleksikan tanggung jawab generasi sekarang dalam menjaga fondasi kehidupan berbangsa.
Nilai-nilai Pancasila diharapkan terus menjadi pijakan dalam mewujudkan cita-cita nasional: Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Dengan merawat sejarah dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat dimaknai bukan hanya sebagai penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga sebagai komitmen untuk menjaga masa depan Indonesia.
(Al JPN)
View




Hi Please, Do not Spam in Comments