Semangat Kemerdekaan Mengalir dalam Aksi Kemanusiaan: RS Wates Husada Gelar Donor Darah, 75 Peserta Ambil Bagian

Admin
0

[Foto : dr Titin Ekowati saat Berpatisipasi Mengikuti Donor Darah]
Gresik | Jurnalpersnusantara.com — Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai perayaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama. Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan donor darah yang digelar RS Wates Husada Balongpanggang, dengan diikuti sebanyak 75 peserta.


Kegiatan donor darah ini merupakan agenda rutin RS Wates Husada yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.


Menjadi semakin istimewa, pelaksanaan donor darah kali ini bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Semangat kemerdekaan pun diterjemahkan dalam bentuk nyata melalui aksi sederhana namun memiliki makna besar: setetes darah untuk menyelamatkan kehidupan.


Direktur Utama RS Wates Husada, dr. Titin Ekowati, menyampaikan bahwa donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang memiliki nilai sosial sangat tinggi. Menurutnya, darah yang didonorkan bukan sekadar memenuhi kebutuhan medis, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan kesembuhan.


“Donor darah adalah bentuk kepedulian yang nyata. Kita mungkin tidak mengenal siapa yang nantinya menerima darah kita, tetapi setetes darah yang kita berikan dapat menjadi bagian penting dalam menyelamatkan kehidupan seseorang,” ujar dr. Titin Ekowati.


Ia berharap kegiatan rutin tersebut dapat terus dipertahankan dan semakin banyak masyarakat maupun keluarga besar RS Wates Husada yang tergerak untuk menjadi pendonor secara sukarela.


Senada dengan hal tersebut, dr. Setyo Wibowo selaku Manajer RS Wates Husada menilai momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui aksi kemanusiaan.


“Semangat kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan memberikan manfaat bagi orang lain. Donor darah adalah salah satu bentuk nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Antusiasme 75 peserta dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat berbagi masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Setiap pendonor hadir dengan satu tujuan yang sama, yakni memberikan sebagian kecil dari dirinya untuk membantu orang lain yang membutuhkan.


Kegiatan donor darah di RS Wates Husada diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin tiga bulanan, tetapi berkembang menjadi budaya kepedulian yang terus hidup di lingkungan rumah sakit dan masyarakat sekitar.


Di tengah peringatan kemerdekaan, aksi tersebut menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: kemerdekaan akan semakin bermakna ketika diisi dengan kepedulian.


Karena bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah, setetes darah bukanlah sekadar setetes darah—ia bisa menjadi kesempatan untuk kembali hidup, kembali sehat, dan kembali berkumpul bersama keluarga.


Melalui kegiatan donor darah ini, RS Wates Husada Balongpanggang kembali menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang mengobati, tetapi juga tentang menggerakkan kepedulian, membangun solidaritas, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.


Dari RS Wates Husada, semangat kemerdekaan terus mengalir bersama darah yang didonasikan, bersama kepedulian yang diberikan, dan bersama harapan untuk menyelamatkan kehidupan.

(Ul JPN)

Baca Juga Artikel ini

View
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Posting Komentar (0)
3/related/default

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!