![]() |
| [Foto : Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Kodrat Sunyoto, S.H., M.Si., di Balai Desa Mentaras, Kecamatan Dukun] |
Kegiatan yang dihadiri Kepala Desa Mentaras, Suparto, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga setempat tersebut berlangsung penuh antusias. Berbagai usulan pembangunan disampaikan secara langsung kepada legislator dari Daerah Pemilihan XIII (Lamongan–Gresik), dengan harapan dapat diperjuangkan melalui program dan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Salah satu aspirasi yang mendapat perhatian datang dari Ketua Gapoktan Desa Mentaras. Ia menjelaskan bahwa Desa Mentaras memiliki luas lahan pertanian sekitar 163 hektare, sehingga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana pertanian yang lebih modern guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.
Menurutnya, persoalan terbesar terjadi saat musim panen raya, khususnya pada musim hujan. Hingga kini, proses pengeringan hasil panen masih dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan badan jalan desa sebagai tempat menjemur gabah maupun jagung.
Kondisi tersebut dinilai tidak hanya menurunkan kualitas hasil panen, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama para pelajar yang setiap hari melintasi Desa Mentaras menuju SMP maupun SMA Negeri yang berada di wilayah tersebut.
"Kami berharap adanya bantuan alat pengering gabah (dryer) dengan kapasitas sekitar 25–30 ton per proses. Kapasitas yang ada saat ini masih sangat terbatas sehingga tidak mampu mengimbangi volume panen masyarakat. Akibatnya kualitas gabah menurun dan harga jual petani menjadi lebih rendah," ungkapnya.
Ia menambahkan, selisih harga antara gabah basah dan gabah kering siap jual dapat mencapai ratusan ribu rupiah hingga mendekati satu juta rupiah dalam jumlah tertentu. Karena itu, keberadaan mesin pengering dinilai mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pendapatan petani.
Selain sektor pertanian, Ketua Gapoktan juga menyoroti pengelolaan sampah desa. Ia mengapresiasi bantuan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sebelumnya telah diterima Desa Mentaras. Namun menurutnya, hingga kini fasilitas tersebut belum dapat berfungsi secara maksimal karena masih memerlukan penyempurnaan infrastruktur pendukung.
Akibat belum optimalnya pengelolaan tersebut, timbul aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Bahkan, sejumlah fasilitas penunjang yang pernah tersedia disebut telah hilang akibat pencurian.
Melalui forum reses tersebut, masyarakat berharap adanya tindak lanjut berupa penyempurnaan sarana pengelolaan sampah sehingga bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesehatan warga.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Kodrat Sunyoto menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan dipelajari sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa forum reses merupakan wadah untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat agar dapat diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan dan penganggaran.
Kepala Desa Mentaras, Suparto, juga berharap sinergi antara pemerintah desa, pemerintah provinsi, dan para wakil rakyat terus diperkuat agar berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan lingkungan hidup, dapat direalisasikan secara bertahap.
Melalui dialog yang konstruktif tersebut, masyarakat Desa Mentaras berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan dalam forum reses, melainkan dapat diwujudkan menjadi program nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperbaiki tata kelola lingkungan, serta mendorong pembangunan desa yang lebih maju dan berkelanjutan.
(Ul JPN)
View




Hi Please, Do not Spam in Comments