Malang | Jurnalpersnusantara.com – Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional kembali menunjukkan hasil yang signifikan. Melalui pendampingan komoditas tebu pada musim panen 2026, TNI AU diproyeksikan memberikan kontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun 2026.
Pendampingan yang dilakukan di lahan seluas 236.048 hektare tersebut diperkirakan mampu menghasilkan 18,386 juta ton tebu, yang setara dengan 1,36 juta ton gula. Capaian ini menjadi bukti nyata sinergi TNI AU dalam memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendukung program strategis pemerintah di sektor pertanian.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Panen Raya TNI yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., bersama para pemangku kepentingan dari sektor pertanian dan industri gula nasional.
Dalam pelaksanaannya, TNI AU menggandeng Sinergi Gula Nusantara, sektor swasta, serta berbagai asosiasi petani tebu guna memperkuat produktivitas dan efisiensi budidaya. Kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga mendorong pengembangan hilirisasi komoditas tebu menjadi produk bernilai tambah, seperti bioetanol, molase, dan pupuk organik.
Pendekatan terpadu tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri gula nasional sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para petani dan pelaku usaha di sektor agroindustri.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, TNI AU menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi nyata TNI AU dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan sekaligus memperkokoh ketahanan nasional Indonesia.
(Redaksi)
View



Hi Please, Do not Spam in Comments