Sedekah Bumi Dusun Tempel, Merawat Tradisi dan Meneguhkan Rasa Syukur atas Anugerah Hasil Bumi

Admin
0

[Foto : Sedekah Bumi Dusun Tempel Desa Wedani Cerme Gresik]
Gresik | Jurnalpersnusantara.com - Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur masih terjaga kuat di tengah masyarakat Dusun Tempel, Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Hal tersebut tampak dalam pelaksanaan Sedekah Bumi yang digelar pada Sabtu (06/06/2026), dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dari tiga Rukun Tetangga (RT).

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil pertanian serta keberkahan yang diberikan kepada masyarakat selama setahun terakhir.


Berbagai ancak yang tersusun indah dari hasil pertanian berupa sayuran, buah-buahan, dan hasil bumi lainnya menghiasi lokasi kegiatan. Namun bukan sekadar pajangan, ancak tersebut menjadi simbol kemakmuran, kerja keras para petani, sekaligus harapan agar hasil panen di masa mendatang semakin melimpah.


Kepala Dusun Tempel, Muhammad Tohir, mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan masyarakat pedesaan.


"Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Harapan kami, Dusun Tempel senantiasa menjadi wilayah yang gemah ripah loh jinawi, masyarakatnya hidup rukun, damai, sejahtera, dan hasil pertaniannya terus membawa keberkahan bagi seluruh warga," ungkapnya.


Menurutnya, keberadaan tradisi Sedekah Bumi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga serta memperkuat nilai gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat desa.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Pardi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dari tiga RT yang telah bergotong royong mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus dijaga agar tradisi leluhur tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi penerus," ujarnya.


Selain prosesi Sedekah Bumi, masyarakat juga disuguhkan berbagai hiburan rakyat dan pertunjukan seni budaya yang semakin menambah semarak suasana. Salah satu yang paling dinanti adalah pagelaran wayang kulit dengan menghadirkan Ki Dalang Blego dari Balongpanggang, Gresik.


Pagelaran wayang kulit tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya Jawa yang sarat dengan pesan moral, nilai kehidupan, serta ajaran tentang kebijaksanaan dan kebersamaan.


Ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan sejak pagi hingga malam hari. Mereka menikmati rangkaian acara dengan penuh antusias, menjadikan Sedekah Bumi sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.


Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, masyarakat Dusun Tempel membuktikan bahwa tradisi dan budaya lokal tetap memiliki tempat istimewa dalam kehidupan sosial. Melalui Sedekah Bumi, mereka tidak hanya merawat warisan leluhur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda agar tetap mencintai budaya bangsa.


Sedekah Bumi bukan sekedar ritual tahunan, melainkan cerminan rasa syukur, kebersamaan, dan kecintaan masyarakat terhadap tanah kelahiran yang telah memberikan kehidupan dan penghidupan bagi mereka.


(Ul JPN)

Baca Juga Artikel ini

View
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Posting Komentar (0)
3/related/default

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!