DR. KUN TERIMA RACHMAT PENYAMBUNG LIDAH PENDIRI NEGARA & MENDAPATKAN KODE ALAM

Admin
0

[Foto : Dari Kiri Asep Saifullah Anggota TWPC, Sangheyang Hamim Presiden Repoeblik Ngopi selaku Duta Wisata Internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia, Dr. Kun Nurachadijat, S.E., M.B.A Staff Ahli Presiden RI Prabowo Subianto, Rachmat Penyambung Lidah Pendiri Negara di Bogor Jawa Barat]
BOGOR | JURNALPERSNUSANTARA.COM - Sebuah pertemuan bersejarah yang seolah membuka tabir rahasia perjalanan bangsa berlangsung khidmat dan penuh getaran di hadapan Dr. Kun Nurachadijat, S.E., M.B.A, tokoh yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Presiden Republik Indonesia. Kehadiran rombongan yang dipimpin Asep Saifullah, Anggota The World Peace Committee (TWPC) 202, membawa suasana yang membuat semua yang hadir merinding dan tertegun.

 

Saat Rachmat Penyambung Lidah Pendiri Negara  memaparkan isi pesan yang dibawanya dari sepuh di Kuningan, Dr. Kun tak kuasa menahan rasa kagum. Setiap kalimat yang disampaikan terasa begitu menyatu dengan perjalanan hidupnya: perjuangan kemanusiaan, visi menjunjung Merah Putih, jenjang pengabdiannya hingga meraih gelar kesarjanaan dan doktor, semangat Deklarasi Bandung, bahkan peristiwa menyentuh tentang 12 Paskibraka dan kokohnya Sang Saka Merah Putih. Semua terasa seperti tabir yang terungkap: bahwa kehadiran rombongan ini adalah perwujudan dari apa yang selama ini tersirat.

 

Saat lembar demi lembar AMANAT TUNGGAL yang ditulis langsung oleh Sinuhun Djakaria Samaun Karta Negara diserahkan, Dr. Kun menyatakan dengan tegas:

 

“Ini bukan tulisan orang biasa. Gaya bahasanya bukan milik abad ke-20 atau ke-21. Tersirat nuansa Sansekerta, aksara Jawi Kuno yang mirip teks Ho No Co Ro Ko, layaknya tulisan pada prasasti zaman dahulu. Orang masa kini tak akan mampu menulis sedalam dan seindah ini. Di dalamnya terselip makna sastra warisan Pajajaran, hingga menyentuh makna Syahadat Silih Wangi  ini adalah inti, induk rujukan yang menjadi landasan berdirinya persatuan dan kesatuan Indonesia.”

 

Malam semakin larut, namun suasana tetap terjaga khidmat. Dr. Kun yang baru saja pulang dari Istana Negara bahkan belum sempat berganti pakaian, langsung menyambut rombongan tersebut yang turut didampingi Sangheyang Hamim  Presiden Repoeblik Ngopi sekaligus Duta Wisata Internasional Kawasan Gunung Arjuna, Induk Peradaban Dunia.

 

Dalam pembicaraan, Asep Saifullah menegaskan keinginan mempercepat pertemuan langsung dengan Eyang Sinuhun Djakaria Samaun Karta Negara di Kuningan:

 

“Kita sudah tentukan waktunya agar semuanya terang benderang, tak ada yang tertutup, dan amanat ini segera terlaksana.”

 

Di akhir pertemuan, Rachmat menutup dengan janji tegas:

 

“Secara pribadi kami siap mengawal Tuan Dr. Kun bertemu dengan Eyang di Kuningan, dan kami bersedia menunggu kapanpun waktunya tiba. Sementara itu, saya dan Sangheyang Hamim akan tetap berada di Kota Bogor hingga amanat ini terselesaikan.”

 

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan titik temu antara amanat leluhur yang masih hidup dan langkah nyata pemimpin bangsa untuk kembali ke akar jati diri peradaban Nusantara.

 (Hamim JPN)

Baca Juga Artikel ini

View

Posting Komentar

0 Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Posting Komentar (0)
3/related/default

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!