Sedekah Bumi Desa Padeg 2026: Panen Raya Meningkat, Warga Diajak Perkuat Kemandirian Pangan dan Perangi Narkoba

Admin
0


Gresik | Jurnalpersnusantara.com — Tradisi Sedekah Bumi Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, kembali digelar pada Sabtu (29/8/2026) dengan penuh khidmat dan semarak. Kegiatan tahunan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk melestarikan tradisi dan ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan serta menyampaikan sejumlah pesan penting terkait pertanian, pengairan, keamanan, dan sosial kemasyarakatan.


Sedekah Bumi Desa Padeg turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Imam Saifudin, jajaran Muspika Kecamatan Cerme, Kapolsek Cerme, Danramil Cerme, Kepala Desa Padeg Iswoyo, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Padeg.


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan rasa syukur atas peningkatan hasil panen. Panen raya tahun ini dinilai menunjukkan perkembangan positif, salah satunya didukung oleh kondisi pengairan pertanian yang semakin baik setelah dilakukan normalisasi.


Kepala Desa Padeg, Iswoyo, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu perhatian penting pemerintah desa. Menurutnya, normalisasi saluran dan sungai memberikan dampak positif terhadap kelancaran pengairan lahan pertanian masyarakat.


“Pengairan sudah dinormalisasi. Arah ke depan, mudah-mudahan dengan adanya pewarisan sungai, kita bisa semakin mandiri dalam mengatasi persoalan perairan untuk kehidupan masyarakat,” ujar Iswoyo dalam sambutannya.


Ia berharap berbagai upaya pembenahan infrastruktur pengairan dapat terus dilanjutkan sehingga kebutuhan air pertanian masyarakat semakin mudah terpenuhi. Peningkatan produktivitas pertanian diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.


Iswoyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan Sedekah Bumi Desa Padeg, khususnya ketua pelaksana beserta jajaran dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.


Sementara itu, Camat Cerme, Umar Hasyim, dalam kesempatan tersebut turut memberikan perhatian terhadap persoalan sosial yang saat ini menjadi tantangan masyarakat, terutama judi online (judol) dan penyalahgunaan narkoba.


Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terjerumus dalam aktivitas judi online yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi, keluarga, hingga kehidupan sosial.


Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena perkembangan teknologi membuat akses terhadap judi online semakin mudah. Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan mampu membentengi diri dengan kegiatan positif serta memperkuat pengawasan di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Selain judi online, bahaya narkoba juga menjadi perhatian serius jajaran Muspika Kecamatan Cerme.


Danramil Cerme, M. Nurul Qomar, menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang harus diperangi secara bersama-sama.


“Narkoba adalah musuh kita. Narkoba sudah merajalela, jadi wajib kita perangi. Banyak yang sudah terindikasi. Narkoba merusak otak kita,” tegasnya.


Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.


Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya kebakaran. Kewaspadaan terhadap sumber api dan faktor-faktor yang dapat memicu kebakaran perlu ditingkatkan, terutama di lingkungan permukiman.


Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama.


Rangkaian Sedekah Bumi Desa Padeg diawali dengan kirim doa kepada para sesepuh dan leluhur desa, yakni Mbah Sayyid Syafiudin dan Mbah Sayyid Sa'at Ibrahim.


Doa bersama tersebut menjadi simbol penghormatan masyarakat kepada para pendahulu sekaligus bentuk rasa syukur atas keberlangsungan kehidupan masyarakat Desa Padeg hingga saat ini.


Tradisi Sedekah Bumi sendiri memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar seremoni tahunan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, serta ungkapan syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil pertanian.


Puncak kegiatan kemudian ditutup dengan hiburan rakyat berupa pagelaran wayang kulit dan campursari Giri Laras bersama Ki Dalang Budi Prayitno.


Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati kesenian tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.


Sedekah Bumi Desa Padeg tahun ini pun menjadi gambaran bagaimana tradisi, pembangunan desa, pertanian, keamanan, dan pesan sosial dapat berjalan beriringan. Di tengah perubahan zaman, masyarakat tetap menjaga warisan budaya sembari membangun kesadaran bersama untuk menciptakan desa yang mandiri, aman, produktif, dan semakin sejahtera.

Baca Juga Artikel ini

View
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Posting Komentar (0)
3/related/default

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!