Narasi Agung: Eyang Jati Kusumo Membuka Rahasia Besar Jagadraya

Admin
0

[Foto : Tabib Gendeng Sibolangit pimpin Rombongan HITMAD PINISEPUH EYANG JATI KUSUMO]
Malang | Jurnalpersnusantara.com - Di Lereng Suci Gunung Penanggungan, Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia Langit cerah, angin semilir membawa hawa teduh dari rimba Arjuna. Di hadapan Tabib Gendeng Sibolangit beserta rombongan HITMAD, para sesepuh, dan budayawan lintas Nusantara, Eyang Jati Kusumo duduk tenang. Tatapannya jauh, menembus tabir zaman.


Dengan suara berwibawa, Eyang Jati Kusumo memulai sabda:


"Wahai anak-cucuku, dengarkan. Hari ini Tabir Akbar aku buka. Rahasia besar jagadraya yang selama ribuan tahun dikaburkan, kini saatnya terang kembali."


Sabda Eyang Jati Kusumo:

1. Tentang Daratan Purba 

"Dahulu kala, dunia belum mengenal nama-nama negara. Yang ada hanya hamparan daratan agung. Pusatnya di sini — Gunung Arjuna, Gunung Penanggungan. Inilah Induk Peradaban Dunia, tanah pertama yang disinggahi cahaya."

 2. Tentang Amanah Leluhur 

"Nusantara adalah jagad kecil. Dari sini ilmu, adab, dan ajaran luhur menyebar ke seluruh penjuru. Tapi zaman berganti, sejarah dikaburkan, nama ditukar, pusat digeser. Anak cucu jadi lupa asalnya."

 3. Tentang Sosok Hamdanahu 

Saat itu Hamdanahu nama lahir Muhammad Saw maju dan di utus ke Negeri Atas Angin (negeri Arab), oleh Gurunya Hyang Wonokerto, sambil meneruskan dalam penerawangan, Eyang Jati Kusumo pun meneruskan membuka dan meenerjemahkan kartu kartu rahasia jagadraya tersebut, saat ia membaca kartu-kartu rahasia alam jagadraya. Seluruh rombongan hening. Disebutkan, dari tanah Penanggungan inilah terpancar wahyu agung yang menggetarkan semesta.

 4. Tentang Air Mata 

Ketika "mata basyiro" Eyang Jati Kusumo memandang kerusakan di muka bumi — hutan gundul, hati manusia gersang, ajaran bengkok — butir air mata jatuh. "Inilah tugas kita," sabdanya lirih, "Meluruskan kembali ajaran. Mengembalikan Nusantara ayem tentrem."


Tabib Gendeng Sibolangit mengangguk khidmat. Rombongan menunduk, menerima wahyu. 

Sangheyang Hamim, selaku Presiden Repoeblik Ngopi & Duta Wisata Internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna, mencatat setiap sabda. Tangannya bergetar, karena inilah amanah: menyebarkan rahasia agung lewat jalan budaya dan wisata religi, agar anak-cucu Nusantara kembali eling pada pusat peradabannya.


Sabda ditutup dengan pesan: 

"P5K. Tugas pemimpin meluruskan ajaran Pancasila. Dari Arjuna untuk dunia."


Maka tercatatlah Silaturahmi Agung ini sebagai tonggak: Saat rahasia besar jagadraya dibuka kembali, di tanah leluhur, oleh para penjaga warisan.

(Redaksi)

Baca Juga Artikel ini

View

Posting Komentar

0 Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Posting Komentar (0)
3/related/default

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!