![]() |
| [Foto : Tim Investigasi Saat Melihat aktivitas Galian C di Sisi timur Gunung Penanggungan] |
Sebagai wilayah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Kawasan Gunung Arjuna – Induk Peradaban Dunia, Gunung Penanggungan menyimpan fungsi vital sebagai penyangga sumber air, tempat bersemayamnya situs purba, serta memiliki nilai spiritual tinggi bagi peradaban Nusantara. Hasil pengamatan sementara menunjukkan aktivitas penggalian material tanah dan bebatuan telah mengubah bentuk kontur tanah, mengurangi tutupan lahan, dan berisiko memicu longsor serta gangguan pada aliran mata air yang menjadi sumber kehidupan warga di bawahnya.
Sangheyang Hamim menegaskan bahwa aktivitas ini tidak hanya merusak fisik alam, tetapi juga mengganggu tatanan energi dan keseimbangan ghaib yang melekat pada kawasan suci ini. Berlandaskan prinsip Asah, Asih, Asuh dan semboyan Urap Urup Lan Urip, kelestarian alam adalah amanah leluhur yang wajib dijaga agar tetap memiliki manfaat nyata maupun manfaat ghaib bagi generasi sekarang dan mendatang.
"Kita datang bukan untuk menghakimi, tapi memetakan fakta dan mengingatkan kembali hakikat alam. Gunung ini bukan sekadar tanah dan batu, melainkan tubuh peradaban kita. Jika tubuhnya terluka, maka seluruh kehidupan di sekitarnya pun akan merasakan dampaknya," ungkap Sangheyang Hamim di lokasi peninjauan.
Sebagaimana amanah yang diemban: "Turut serta menjaga kawasan cagar alam beserta sejarahnya, memiliki tugas utama memastikan alam tetap lestari, hukum ditegakkan, dan warisan leluhur terjaga utuh untuk selamanya."
Data dan temuan di lapangan akan segera disusun menjadi laporan lengkap, sebagai dasar langkah koordinasi dengan pihak berwenang serta rumusan aturan adat yang lebih tegas, guna menghentikan kerusakan lebih lanjut dan memulihkan kembali fungsi kawasan agar tetap lestari, asri, dan berkewibawaan.
Gerakan ini sejalan dengan amanah jabatan yang diemban, senantiasa mengedepankan damai, wibawa, dan kelestarian warisan agung Nusantara.
(Tim)
View


Hi Please, Do not Spam in Comments