Emosi Memuncak, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Geram terhadap Sikap Pedagang Korban Penggusuran di Driyorejo

Admin
0

[Foto : Ketua DPRD Kabupaten Gresik Syahrul Munir Saat Menemui Para Pedagang Korban Penggusuran Di Driyorejo]
Gresik | Jurnalpersnusantara.com - Ketegangan di kantor DPRD Gresik memuncak menyusul aksi protes para pedagang korban penggusuran di wilayah Driyorejo yang dinilai sudah melewati batas. Situasi memanas saat rapat paripurna berlangsung pada Selasa (20/5/2026), ketika sejumlah pendemo menggedor pintu ruang sidang hingga memicu emosi para anggota dewan.


Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir, disebut turut menunjukkan kegeramannya atas tindakan massa yang dianggap mengganggu jalannya agenda resmi kedewanan. Menurutnya, penyampaian aspirasi seharusnya tetap dilakukan dengan tertib dan menghormati proses pemerintahan.


Kericuhan bermula saat massa aksi mencoba masuk ke area rapat paripurna dan menggedor pintu ruang sidang. Aksi tersebut bukan kali pertama terjadi. Sehari sebelumnya, para pendemo juga sempat mendatangi ruang fraksi-fraksi DPRD untuk menyampaikan tuntutan mereka.


Pemerintah Kabupaten Gresik sebenarnya telah beberapa kali melakukan mediasi terkait persoalan penggusuran tersebut, baik di wilayah Driyorejo maupun di kantor DPRD Gresik. Bahkan sejak awal April 2026, pemerintah disebut telah menawarkan solusi relokasi di sekitar kawasan KBD dengan biaya sewa yang ringan dan terjangkau.


Namun, tawaran tersebut belum diterima oleh para pedagang. Sebagian dari mereka tetap meminta lokasi relokasi tanpa biaya sewa.


Di sisi lain, lahan yang selama ini ditempati untuk berdagang disebut bukan merupakan milik pribadi para pedagang. Sementara itu, aksi bertahan para pendemo di kantor DPRD Gresik diketahui sudah berlangsung sekitar 40 hari.


Dalam tiga hari terakhir, aktivitas massa dinilai semakin mengganggu kegiatan kedewanan, mulai dari memasuki ruang fraksi hingga melakukan aksi penggedoran pintu saat sidang paripurna berlangsung.


Puncak ketegangan terjadi pada Selasa siang ketika adu mulut antara pendemo dan anggota dewan tak lagi terhindarkan. Sejumlah anggota DPRD menilai tindakan massa sudah mengarah pada sikap arogan dan tidak menghormati lembaga pemerintahan.


Hingga kini, persoalan antara pedagang korban penggusuran dengan Pemerintah Kabupaten Gresik masih belum menemukan titik temu. Kedua belah pihak diharapkan dapat kembali membuka ruang dialog demi menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari konflik berkepanjangan.

(Ul JPN)

Baca Juga Artikel ini

View

Posting Komentar

0 Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Posting Komentar (0)
3/related/default

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!