![]() |
| [Foto : Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif] |
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, dalam kesempatan tersebut mengajak para lulusan untuk memandang wisuda sebagai titik awal pengabdian, bukan akhir dari perjuangan.
“Wisuda adalah gerbang menuju perjalanan baru. Saatnya melangkah dengan keberanian dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga pesatnya perkembangan teknologi, ia menilai generasi muda dituntut untuk memiliki ketangguhan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
Lebih dari itu, ia mendorong para lulusan untuk berani menciptakan peluang melalui kewirausahaan. Menurutnya, Gresik menyimpan potensi besar di berbagai sektor, yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda.
“Setiap tantangan selalu menyimpan peluang. Kuncinya adalah keberanian untuk memulai,” ungkapnya.
Selain aspek peluang, ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai karakter seperti disiplin, ketekunan, dan empati sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan profesional maupun sosial.
Pemerintah Kabupaten Gresik, lanjutnya, terus berkomitmen membuka ruang bagi lahirnya wirausaha muda melalui program pembinaan, dukungan permodalan, serta kemudahan akses perizinan.
Sementara itu, Rektor UMG, Khoirul Anwar, menegaskan bahwa institusinya tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan daya saing lulusan.
“Lulusan UMG diharapkan mampu beradaptasi, berkontribusi, serta menjadi bagian dari solusi di tengah perubahan zaman,” tuturnya.
Wisuda ini pun menjadi simbol lahirnya generasi baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus membawa kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
(Redaksi JPN)
View

Hi Please, Do not Spam in Comments