Silaturahmi PGRI, Bupati Sadewo Tri Lastiono Tegaskan Komitmen Lindungi PPPK Guru dan Tingkatkan Kesejahteraan

Admin
0

[Foto : Bupati Sadewo Tri Lastiono saat menghadiri silaturahmi keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Banyumas di Gedung Guru Banyumas, sekaligus menegaskan komitmen perlindungan dan peningkatan kesejahteraan guru PPPK]
Banyumas | Jurnalpersnusantara.com  – Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan komitmennya dalam melindungi tenaga guru berstatus PPPK serta mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Hal tersebut disampaikan Bupati Sadewo Tri Lastiono saat menghadiri kegiatan silaturahmi keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyumas, Selasa (7/4/2026), di Gedung Guru Banyumas.


Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Solidaritas untuk Pendidikan Berkualitas” dan dihadiri oleh pengurus PGRI tingkat kabupaten hingga kecamatan, kepala sekolah, serta sejumlah pejabat daerah.


Ketua panitia, Eko Purnomo, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan diikuti 112 peserta dari 27 cabang PGRI tingkat kecamatan, ditambah satu cabang khusus. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Banyumas.


Dalam kesempatan tersebut, perwakilan pengurus cabang, Akhmad Sukaryanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ikrar permohonan maaf kepada seluruh jajaran PGRI dan mitra lintas sektoral. Langkah tersebut diharapkan mampu mempererat kebersamaan serta menghapus sekat yang mungkin terjadi dalam dinamika organisasi.

Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno, S.Pd., S.H., M.Si., menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk keterhubungan hati yang dilandasi keikhlasan. Ia juga menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap guru, khususnya terkait kepastian karier PPPK.


“Kami berharap pemerintah daerah terus memberikan perhatian kepada guru, termasuk menjamin keberlangsungan PPPK serta mendorong peningkatan status dari paruh waktu menjadi penuh waktu,” ujarnya.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Sadewo menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak merumahkan tenaga PPPK Guru. Ia juga mendorong upaya peningkatan kesejahteraan melalui program sertifikasi.


“Pendataan guru yang belum bersertifikasi perlu dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar kerja sama dengan lembaga pendidikan, sehingga kompetensi meningkat dan kesejahteraan guru dapat terangkat,” tegasnya.


Selain itu, Bupati juga menyoroti masih adanya permasalahan anak tidak sekolah di wilayah Banyumas. Ia menilai peran guru tidak hanya terbatas pada kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga mencakup pendekatan sosial kepada masyarakat.


“Guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran pendidikan di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan semangat gotong royong untuk mengatasi persoalan tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adhi Fibrianto, mengungkapkan rencana rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026. Ia menyebutkan terdapat 732 formasi yang tersedia di Kabupaten Banyumas, mencakup kebutuhan guru SD, guru SMP, serta tenaga kependidikan.


Formasi tersebut juga membuka peluang peningkatan status PPPK dari paruh waktu menjadi penuh waktu, sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.



Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan PGRI, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang lebih kuat, profesional, dan berkelanjutan, sehingga mampu mencetak generasi yang unggul di masa depan.

(Josaphat JPN)

Baca Juga Artikel ini

View

Posting Komentar

0 Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Posting Komentar (0)
3/related/default

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!