Sedekah Bumi Dusun Sawahan, Refleksi Syukur dan Penguatan Sosial Masyarakat Desa Gedangkulut

Admin
0

[Foto :Kebersamaan jajaran Forkopimcam bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat dalam kegiatan Sedekah Bumi Dusun Sawahan, Desa Gedangkulut, Kecamatan Cerme.]
Gresik - JPN || Tradisi sedekah bumi yang digelar masyarakat Dusun Sawahan, Desa Gedangkulut, Kecamatan Cerme, menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembangunan desa secara berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cerme, Kepala Desa Gedangkulut Much Sya’roni, Ketua BPD Sumali, Camat Umar Hasyim, Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif, serta Danramil Cerme Kapten M. Nurul Qomar.


Dalam sambutannya, Kepala Desa Gedangkulut H Much Sya'roni menegaskan bahwa kekompakan masyarakat Dusun Sawahan merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong percepatan pembangunan desa.

“Soliditas warga menjadi kekuatan utama. Harapan kami, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan poros desa, dapat segera terealisasi guna mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.Sabtu (04/04/2026).

Lebih lanjut disampaikan bahwa kondisi generasi muda di Dusun Sawahan menunjukkan tren positif, dengan minimnya kenakalan remaja serta tidak adanya indikasi penyalahgunaan narkoba.


Camat Cerme, Umar Hasyim, menekankan bahwa sedekah bumi memiliki makna strategis sebagai sarana memperkuat kohesi sosial dan menjaga harmoni masyarakat.


“Tradisi ini bukan sekedar budaya, melainkan manifestasi nyata dari nilai guyub rukun. Pemerintah juga telah memprogramkan peningkatan kualitas jalan poros desa dan jalan kabupaten sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal,” tegasnya.


Sementara itu, Danramil Cerme Kapten M. Nurul Qomar mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi sebagai bentuk rasa syukur sekaligus menjaga ketahanan wilayah dari berbagai potensi gangguan sosial.


Kepala Dusun Sawahan, Shobakhul Khoir, menyampaikan bahwa hadirnya 12 ancak dari tiga RT di Dusun Sawahan menjadi bukti nyata meningkatnya partisipasi dan kekompakan warga.


“Selama ini sedekah bumi tidak menghadirkan ancak, namun tahun ini seluruh elemen masyarakat berinisiatif menghadirkan 12 ancak. Ini menjadi simbol kebangkitan tradisi sekaligus wujud nyata guyub rukun warga,” ujarnya.


Dalam rangka menjaga ketahanan sosial, seluruh elemen masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya judi online (judol) dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.


Upaya preventif perlu terus dilakukan melalui:

- Penguatan peran keluarga dan lingkungan sosial

- Aktivitas positif bagi generasi muda melalui Karang Taruna

- Edukasi berkelanjutan tentang bahaya judol dan narkoba


Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Dusun Sawahan diharapkan mampu menjadi model desa yang tangguh, religius, dan berdaya saing.

Tradisi sedekah bumi pun diharapkan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga pilar dalam membangun peradaban desa yang berkelanjutan.

(ul JPN)

Baca Juga Artikel ini

View

Posting Komentar

0 Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Posting Komentar (0)
3/related/default

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!