![]() |
| [Foto : Pujo Asmoro, Pimpinan Redaksi Jurnalpersnusantara, menegaskan pentingnya profesionalisme, etika, dan integritas jurnalis dalam menjaga marwah informasi publik] |
Dalam praktiknya, kerja jurnalistik mencakup proses pengumpulan, pengolahan, penulisan, penyuntingan, dan penyebaran berita faktual melalui berbagai platform media, baik cetak, elektronik, maupun online. Tujuannya tidak hanya memberi informasi, tetapi juga mendidik, membentuk opini publik yang sehat, serta mengadvokasi kepentingan masyarakat, khususnya mereka yang suaranya kerap terpinggirkan.
Seorang jurnalis dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik, analisis kritis yang tajam, serta penguasaan teknologi digital. Keterampilan menulis yang informatif, teknik wawancara yang mendalam, hingga kemampuan fotografi dan videografi menjadi kompetensi penting dalam mendukung kualitas pemberitaan. Selain itu, jurnalis harus mampu membedakan secara tegas antara fakta dan opini, serta melakukan verifikasi dan cek fakta atas setiap informasi yang diperoleh.
Menanggapi peran dan tantangan jurnalisme di tengah derasnya arus informasi, Pimpinan Redaksi Jurnalpersnusantara, Pujo Asmoro, menegaskan bahwa etika dan integritas merupakan fondasi utama profesi wartawan.
“Jurnalisme bukan sekadar menyampaikan berita dengan cepat, tetapi menyampaikan kebenaran dengan bertanggung jawab. Integritas, verifikasi, dan keberanian berpihak pada fakta adalah kunci menjaga marwah pers di tengah derasnya arus informasi,” tegas Pujo Asmoro. Jumat (30/01/2026)
Ia menambahkan, jurnalis harus menolak segala bentuk penyalahgunaan profesi, termasuk suap dan kepentingan pribadi, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Menurutnya, apabila terjadi kekeliruan dalam pemberitaan, media wajib memberikan hak jawab, melakukan koreksi, dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Di tengah tekanan tenggat waktu dan dinamika media digital, kemampuan membangun jejaring dengan narasumber yang kredibel dan berimbang menjadi hal mutlak untuk menghadirkan berita yang utuh dan adil.
Melalui perannya, jurnalisme berfungsi sebagai penyampai informasi terkini, peningkat pengetahuan dan kualitas hidup masyarakat, sekaligus pemicu perubahan pola pikir publik. Dengan menyajikan gambaran nyata kondisi sosial, politik, ekonomi, dan budaya, jurnalis turut menjaga agar publik memahami realitas secara objektif.
Menjadi wartawan yang beretika bukan semata soal mematuhi aturan, melainkan sebuah komitmen moral untuk menjaga kepercayaan publik dan menghadirkan kebenaran. Di sanalah marwah jurnalisme ditegakkan sebagai pilar demokrasi dan suara nurani masyarakat.
(Redaksi)
View

Hi Please, Do not Spam in Comments